Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Dugaan Asten Bait, Ada Kepentingan Politik Dibalik Rekrut Badan Pengurus PELITA PRABU PDRT

Senin, 30 September 2024 | September 30, 2024 WIB Last Updated 2024-09-30T13:18:44Z
Asten A. Bait, Pemuda asal Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang
Kupang | Detik Sarai - Pemuda Asal Fatuleu Kabupaten Kupang, Asten Bait, Pertanyakan salah satu ORMAS yang melakukan perekrutan anggota di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu, (29/09/2024).


Kepada media ini, Asten Bait selaku Pemuda asal Desa Ekateta, Kecamatan Fatuleu, mengatakan bahwa kurang puas dengan kehadiran PELITA PRABU PDRT yang sementara berkegiatan di setiap Kecamatan bahkan telah masuk ke Desa-desa dan dijanjikan Pekerjaan.


"Saya kurang puas dengan salah satu ormas dengan nama (PELITA PRABU PDRT), yang sementara berkegiatan di setiap kecamatan bahkan sudah masuk sampai ke Desa-Desa dengan melakukan perekrutan badan pengurus dengan dijanjikan Pekerjaan dengan sejumlah nominal tertentu." Ujarnya 


ORMAS tersebut, merekrut badan pengurus setiap Desa kurang lebih 51 orang, juga menjanjikan pekerjaan dengan program makan gratis dari presiden terpilih Prabowo Subianto,


"Saya, karena tidak puas dengan adanya perekrutan badan pengurus yang dimana merekrut setiap desa kurang lebih 51 orang yang dijanjikan dengan pekerjaan dengan program makan gratis dari presiden terpilih Prabowo Subianto, katanya orang ini direkrut untuk menjalankan program tersebut. Anehnya saya coba komunikasi dengan pengurus desa bahkan kecamatan, namun mereka tidak mau untuk menjelaskan mengenai program tersebut." Beber Asten


Sementara itu, hal yang membuat Asten pemuda asal Fatuleu penasaran bahwa, Presiden terpilih belum juga dilantik namun ORMAS tersebut mulai bergerak untuk menyukseskan program pemerintah,

"Nah yang membuat saya penasaran adalah Presiden saja belum dilantik, kemudian jika benar organisasi tersebut bergerak untuk menyukseskan program pemerintah kan kalau bicara soal program pemerintah sudah pasti ada penetapan anggaran, nah ini masa belum ada yg anggaran sudah dipastikan orang-orang yang akan bekerja." Ungkapnya 


Selain itu Asten juga mengatakan bahwa, itu program pemerintah maka dirinya mencoba untuk mengonfirmasi dengan beberapa camat dan Kepala Desa, Namun Camat dan Kepala Desa tak mengetahui kegiatan dari ORMAS tersebut,


"Karena mereka mengatakan itu program pemerintah maka saya mencoba mengonfirmasi dengan beberapa camat dan Kepala Desa namun jawabannya ada tidak mengetahui kegiatan serta ormas tersebut. 

Sehingga saya menduga ini organisasi ini memiliki indikasi politik dan jika kemudian benar bahwa ORMAS ini belum melaporkan keberadaanya ke pihak-pihak yang berwenang, maka saya tidak akan membiarkan hal ini terjadi, karena bagi saya ini sudah melakukan pembohongan terhadap publik atau masyarakat." Tegas Asten


Red/AH